Alam

Tour de Mawil 2026: Perjalanan Penuh Makna untuk Pelestarian Penyu di Pantai Mawil Sumbawa Barat

Hero Image

Upaya pelestarian penyu laut (sea turtle) berbasis masyarakat di Nusa Tenggara Barat terus mendapat perhatian, diantaranya terbaru melalui pelaksanaan Tour de Mawil, sebuah kegiatan perjalanan darat jarak jauh (sekitar 450 km, PP) dengan sepeda motor yang diisi dengan edukasi lingkungan dengan tema konservasi penyu di Pantai Mawil, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Pantai Mawil merupakan salah satu pantai peneluran penyu yang masih aktif dan alami di Sumbawa Barat. Namun, seperti banyak kawasan pesisir lainnya di Indonesia, pantai ini juga menghadapi ancaman perburuan telur penyu dan polusi sampah plastik. Melalui Tour de Mawil, para peserta diajak untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus memahami pentingnya menjaga penyu dan habitatnya sebagai bagian dari ekosistem laut.

Kegiatan ini diinisiasi oleh pegiat konservasi bersama masyarakat lokal dengan pendekatan Natural Hatch, yaitu praktik perlindungan telur penyu dengan membiarkannya menetas di sarang alami tanpa dipindahkan. Pendekatan ini dinilai lebih ramah ekosistem dan menjaga keseimbangan alami pantai peneluran. Dengan kata lain efektif dan efisien.

β€œTour de Mawil dirancang sebagai ruang belajar bersama. Kami ingin menunjukkan bahwa konservasi penyu tidak harus eksklusif, tetapi bisa melibatkan publik secara luas melalui pendekatan edukatif dan partisipatif,” ujar Barmawi, inisiator Tour de Mawil.

memantau penyu yang bertelur.

Selain touring menuju Pantai Mawil melewati beberapa kawasan hutan hujan tropis dengan rute jalan berkelok-kelok, naik dan turun, rangkaian kegiatan mencakup sosialisasi konsep konservasi penyu (natural hatch), edukasi tentang siklus hidup penyu, ancaman terhadap kelangsungan hidupnya, pengamatan Penyu Hijau bertelur dengan panjang karapas 104 cm dan lebar 93 cm, pengambilan foto sisik di pipi kiri (untuk pendataan), dan pelepasliaran tukik (anak penyu) sejumlah 56 ekor jenis Penyu Hijau dan 27 ekor jenis Penyu Sisik. Peserta juga didorong untuk menyebarluaskan pesan konservasi melalui media sosial dan jejaring komunitas sebagai bentuk kampanye kesadaran publik dengan tagar #mawilSeaTurtleSanctuary.

Tour de Mawil juga merupakan upaya pengembangan promosi destinasi ekowisata berkelanjutan berbasis konservasi penyu. Dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama, kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi alternatif tanpa merusak lingkungan, sekaligus memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap kawasan pesisir.

Ke depan, Tour de Mawil ditargetkan menjadi agenda berkelanjutan dan terbuka bagi komunitas motor, pesepeda, pegiat lingkungan, akademisi, hingga masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia yang ingin terlibat langsung dalam aksi konservasi penyu laut

Artikel Favorit Untuk Anda