KEK Mandalika Terendam Banjir, Sehari Lombok Tengah Dikepung Bencana
Bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem melanda Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada Selasa (24/2) sekitar pukul 12.30 Wita, menyusul hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari.
Berdasarkan laporan resmi yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hujan deras menyebabkan luapan sungai dan saluran drainase di sejumlah kecamatan, sehingga merendam permukiman warga dan memicu terjadinya tanah longsor serta angin puting beliung di beberapa titik.
Wilayah terdampak banjir tersebar di Kecamatan Pujut, Praya Timur, dan Praya Barat. Di Kecamatan Pujut, banjir merendam Desa Kuta, Desa Pengembur, dan Desa Bangket Parak. Sementara di Kecamatan Praya Timur, genangan air terjadi di Desa Landah, Desa Ganti, Desa Semoyang, Desa Bilelando, Desa Mujur, Desa Beleka Daye, Desa Beleka Lebe Sane, serta Desa Kidang. Adapun di Kecamatan Praya Barat, banjir melanda Desa Tanak Rarang, Desa Stanggor, Desa Penujak, Desa Bonder, dan Desa Ungga.
Selain banjir, tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat. Cuaca ekstrem berupa angin puting beliung juga terjadi di Desa Seteling, Kecamatan Batukliang Utara, Kelurahan Praya di Kecamatan Praya, serta Desa Kuta di Kecamatan Pujut.
BPBD mencatat, berdasarkan pembaruan data terakhir hingga Rabu (25/2) pukul 10.30 Wita, total sebanyak 1.465 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di seluruh wilayah yang terdata. Di Kecamatan Pujut, Desa Kuta tercatat 167 KK terdampak, Desa Pengembur 64 KK, dan Desa Bangket Parak menjadi wilayah dengan dampak terbesar yakni 450 KK terdampak.

Banjir menyebabkan sejumlah ruas jalan dan jembatan putus. Sumber : Pusdalops BPBD Provinsi NTB
Di Kecamatan Praya Timur, Desa Bilelando mencatat 234 KK terdampak, Desa Beleka Daye 50 KK, dan Desa Beleka Lebe Sane sebanyak 150 KK terdampak. Desa Kidang juga mengalami dampak signifikan dengan 286 KK terdampak. Sementara itu, di Kecamatan Praya Barat, Desa Tanak Rarang tercatat 64 KK terdampak dan Desa Bonder sebanyak tiga KK terdampak, sedangkan desa lainnya masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
Untuk kejadian tanah longsor di Desa Pandan Indah, tercatat satu kepala keluarga terdampak. Tidak ada laporan korban jiwa hingga laporan terakhir disampaikan, namun petugas masih melakukan asesmen lanjutan guna memastikan kondisi di lapangan.
Sementara itu, dampak cuaca ekstrem berupa angin puting beliung mengakibatkan satu unit rumah rusak di Desa Seteling, satu unit rumah rusak di Kelurahan Praya, serta satu unit toko rusak di Desa Kuta, Kecamatan Pujut.
BPBD Provinsi NTB langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Tengah dan para pemangku kepentingan terkait untuk melakukan penanganan darurat. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lombok Tengah diterjunkan ke lokasi kejadian guna melakukan evakuasi, asesmen dampak, serta membantu warga terdampak.
βTim sudah turun ke lapangan untuk melakukan penanganan dan pendataan. Kami juga terus memperbarui informasi perkembangan situasi,β kata Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimini, dalam keterangan resmi BPBD.
Sebagai bentuk respons cepat, BPBD Provinsi NTB mengirimkan sejumlah bantuan logistik ke lokasi terdampak, antara lain tiga unit tenda pengungsi, lampu penerangan, satu unit perahu karet, genset, alas tidur, serta bantuan makanan siap saji seperti mi instan. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang rumahnya terendam maupun mengalami kerusakan.

Selasa (24/2) banjir melanda sejumlah lokasi di Lombok Tengah
Selain BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten Lombok Tengah, unsur lain yang terlibat dalam penanganan bencana meliputi Damkarmat Lombok Tengah, pihak kecamatan, serta aparat desa setempat. Sinergi lintas sektor ini dilakukan untuk mempercepat penanganan di lapangan, terutama dalam proses pembersihan material lumpur, pendataan kerusakan, serta distribusi bantuan.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Lombok Tengah pada Selasa siang dilaporkan menyebabkan debit air sungai meningkat secara signifikan dalam waktu singkat. Luapan air kemudian memasuki permukiman warga, terutama di wilayah dengan sistem drainase terbatas dan berada di dataran rendah.
Di beberapa desa, genangan air dilaporkan mencapai ketinggian bervariasi, sehingga warga terpaksa mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Sebagian warga juga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat atau lokasi yang lebih aman sambil menunggu air surut.
Petugas di lapangan terus memantau perkembangan cuaca mengingat potensi hujan susulan masih mungkin terjadi. Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai maupun di daerah dengan kontur tanah labil yang berisiko longsor.
BPBD juga mengingatkan warga untuk tidak memaksakan diri melintasi genangan air dengan arus deras serta segera melaporkan kepada aparat setempat jika terjadi peningkatan debit air sungai atau tanda-tanda pergerakan tanah.

Waspadai penyakit yang menyertai setelah banjir
Bencana yang terjadi pada 24 Februari 2026 ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman hidrometeorologi, khususnya pada musim penghujan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memperkuat koordinasi dalam upaya mitigasi, termasuk normalisasi saluran air dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Hingga Rabu pagi, sebagian wilayah dilaporkan mulai berangsur surut, namun proses pembersihan sisa lumpur dan material masih berlangsung. Petugas gabungan bersama warga melakukan gotong royong membersihkan rumah dan fasilitas umum yang terdampak banjir.
Pemerintah daerah memastikan akan terus melakukan pendataan untuk mengetahui secara rinci kerugian materiel yang dialami warga. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam penyaluran bantuan lanjutan maupun upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Situasi terkini di Lombok Tengah masih dalam pemantauan intensif oleh BPBD dan instansi terkait. Laporan perkembangan akan terus diperbarui seiring proses asesmen di lapangan. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti arahan petugas guna meminimalkan risiko apabila terjadi cuaca ekstrem lanjutan. (mm)
Artikel Favorit Untuk Anda
Menjamin Air di 'Pulau Seribu Masjid': Bagaimana Bendungan Meninting Mengubah Wajah Lombok